Mudik Part II

Cerita dari Kampung,….

16 Agustus 2012 jam 5 pagi keretaku sampai di stasiun Nganjuk
Hawa dingin yang menusuk tulang menyambut kedatanganku di kota kelahiranku ini. Perasaanku campur aduk, senang, bingung, dingin, berdebar-debar menantikan apa yang selanjutnya akan terjadi, bagaikan episode-episode kehidupan yang terus berkelanjutan.
Rumah mungil itu memberiku kehangatan & kenyamanan, rumah pertama yang ku singgahi sesampainya di kampung halaman, rumah mbak yanti. Tempatku menemukan keluarga baru, keluarga kedua, satu lagi anugrah yang diberikan Tuhan untukku.
Ahhh,…. rasanya aku masih tak ingin beranjak dari sini, tapi waktu terus berjalan, cepat, sangat cepat.

Tapi tak ada yang kurang lagi, toh orang yang slalu ada difikiranku slalu berada disampingku...

Seringnya aku membanding2kan saat berada di kota metropolitan dan di Nganjuk. Di Nganjuk jalannya enak, adem, nggak macet, orangnya ramah2, jauh berbeda dengan ibu kota yang garang, bengis & jahat. bahkan ada yang bilang  “Kejamnya Ibu kota lebih kejam dari ibu tiri”, Just Jokes

Hari-hari di kampung halaman sangat cepat berlalu, rasanya baru kemarin aku happy bnget karena mau mudik, sekarang sudah harus balik lagi. aku masih ingin disini, tapi,…. Aku tak punya pilihan lain. Kota Jakarta, kantor, kerjaan, teman2,… semuanya sudah menungguku
Ayooo ayoo,… Get Up,… Semangat, Semaby, Semady, Semasa,… go go go….

Live must go on

2 thoughts on “Mudik Part II

Mari berkomentar, berbagi & sharing..

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s